Home

Mendengar kata ‘cinta’ tentu sudah tidak asing lagi dalam kehidupan sehari-hari. Memiliki perasaan cinta adalah hal yang sangat umum dan terjadi pada setiap orang. Cinta itu sendiri seringkali didefinisikan sebagai perasaan menyayangi dan ingin memiliki sesuatu atau seseorang yang dicintai. Mencintai dan dicintai adalah hal yang sangat didambakan oleh setiap individu, rasanya memang tidak lengkap jika hanya melakukan atau mendapatkan satu diantara keduanya saja.

Sebenarnya, secara luas, cinta tidak tentu saja tidak hanya ditujukan oleh satu orang seperti pasangan (suami, atau kekasih), melainkan juga untuk keluarga, teman, kerabat, dan lain-lain. Setiap personal, termasuk Anda, memiliki cara mereka tersendiri untuk mengungkapkan perasaan cinta yang dimilikinya. Lebih dari itu, setiap orang juga memiliki kepekaan yang berbeda-beda terhadap perasaan mereka dan orang lain, hal inilah yang mempengaruhi aktivitas percintaan mereka.

Pada pria dan wanita memiliki perbedaan pola pikir disebabkan oleh struktur otak mereka, untuk itu, jangan heran jika pria menyikapi berbagai masalah termasuk percintaan dengan cara yang jauh berbeda dari wanita. Sebagai contoh dari perbedaan pola pikir pria dan wanita, sebagian besar pria menyikapi kedekatan dengan lawan jenis dan perhatian yang mereka berikan untuk beberapa teman wanita adalah hal yang biasa saja, seperti halnya dengan teman pria lainnya.

Akan tetapi, tidak demikian dengan wanita, mereka cenderung menemui perasaan yang ‘berbeda’ dari kedekatannya dengan lawan jenisnya. Hal tersebut seringkali menyebabkan wanita terjebak pada cinta yang semu akibat perasaan mereka sendiri yang menganggap perhatian dari teman pria mereka adalah salah satu bentuk tanda cinta, padahal tidak.

 

Seks, Percintaan, dan Pengaruhnya pada Kehidupan Manusia

Seks dan cinta memang bukanlah dua hal yang sama, melainkan saling mempengaruhi. Banyak orang yang mengungkapkan bahwa aktivitas seks yang dilakukan sepasang kekasih adalah bukti atau tanda cinta yang nyata dari keduanya. Faktor penyebab mencuatnya pendapat tersebut adalah karena dengan melakukan seks, kedua individu dianggap saling memberi seutuhnya dari diri mereka masing-masing.

Lagi-lagi, otak yang memegang peran utama dalam hal ini. Pada wanita, orgasme saat berhubungan seks menghasilkan banyak hormon oksitosin yang membuat wanita merasakan jatuh cinta. Hormon oksitosin pasca melakukan hubungan seksual lebih banyak dihasilkan oleh wanita daripada pria. Sedangkan pria lebih banyak menghasilkan hormon dopamin setelah melakukan hubungan seks. Tak ubahnya seperti saat mengkonsumsi zat-zat adiktif, hubungan seks pada pria biasanya hanya menyebabkan pria mendapatkan efek ketagihan dan sedikit sekali merasakan jatuh cinta atau sebagainya.

Nah, ini yang seringkali menyebabkan banyak wanita merasa melakukan hubungan seksual dengan orang yang salah dan akhirnya menyesal. Sudah mati-matian percaya pada satu pria dan rela melakukan hubungan seks yang mungkin belum pernah dilakukan sama sekali, tapi si pria justru menganggapnya sekedar sebagai sebuah kebutuhan dan tidak melibatkan perasaan sedikitpun. Itulah yang menyebabkan wanita yang melakukan seks diluar nikah seringkali susah move on dari satu pria.

Lain lagi jika seks dilakukan setelah menikah dan didasari oleh rasa saling melengkapi. Yang seperti ini tentu lebih bermakna dan tanpa penyesalan. Akan tetapi,seks setelah menikah juga bukan tanpa masalah, lho. Selain dihadapkan dengan kejenuhan dan rasa bosan, masalah konvensional seperti impotensi, frigiditas, dan infertile, juga menjadikan seks kurang bisa memuaskan dalam kehidupan pernikahan.

 

Efek Dahsyat Terapi Gelombang Otak dalam Percintaan

Seperti yang sudah diketahui, pria dan wanita memiliki perbedaan pola pikir yang sangat mencolok. Hal tersebut diakibatkan oleh berbedanya struktur otak pria dan wanita. Namun, hal tersebut bukanlah masalah yang berarti saat gelombang otak berhasil diatur sesuai kebutuhan.

Pada dasarnya, otak merupakan pengendali segala kegiatan manusia termasuk perasaan yang timbul pada setiap personal, dan yang menjadi media pengendali tersebut adalah frekuensi gelombang otak yang terjadi, frekuensi itu sendiri adalah gelombang listrik yang akan mengaktifkan atau menjalankan organ tubuh lainnya untuk membantu manusia menjalani aktivitasnya.

Sejauh ini, masalah percintaan terkadang begitu pelik dan sulit ditemui jalan keluarnya selain menunggu waktu yang menjawabnya dan merubah keadaan. Namun, sadarkah Anda bahwa sebenarnya Anda sendiri lah yang merubah kondisi-kondisi tersebut? Dengan mempengaruhi sedikit saja frekuensi gelombang otak Anda, bukan tidak mungkin masalah percintaan yang Anda anggap sangat rumit sekalipun bisa mendapatkan solusi dengan segera.

Sebelum ditemukan dan diperkenalkan teknologi gelombang otak untuk berbagai masalah percintaan manusia, hal-hal yang terjadi termasuk masalah cinta terasa begitu berat untuk dijalani. Beruntungnya, sekarang ‘ritual’ memberi stimulasi gelombang otak bisa dilakukan dengan mudah. Ingin menarik cinta? Melupakan? Atau sekedar menghilangkan kecemburuan dan rasa rindu yang datang berlebih? Terapi gelombang otak bisa mengatasi semuanya.

Bukan hal yang tidak bisa dinalar, karena persoalan yang telah diketahui secara umum bahwa otak merupakan pusat kegiatan manusia, pemberian stimulasi gelombang otak untuk menyelesaikan berbagai masalah manusia tentu solusi yang begitu tepat untuk masalah percintaan Anda. Jadi, bukan hal yang tabu lagi jika terapi dilakukan tidak hanya untuk masalah kesehatan dan sebagainya, melainkan juga urusan percintaan Anda.

 

Untuk Masalah Percintaan Anda, Serahkan Pada Ahlinya!

Sudah banyak diketahui bahwa terapi gelombang otak (brainwave) banyak memberikan solusi untuk berbagai persoalan, terlebih urusan cinta. Brainwave atau gelombang otak itu sendiri merupakan sebuah gelombang listrik yang dipancarkan oleh otak akibat aktivitas neuron-neuron otak. Gelombang yang dihasilkan oleh otak manusia beragam jenisnya, jenis-jenis gelombang otak didasarkan pada tingginya frekuensi yang dihasilkan. Frekuensi gelombang otak sendiri terdapat 4 frekuensi utama, yaitu: Delta, Theta, Alpha, dan Beta dan efek yang diberikan dari masing-masing frekuensi tersebut memiliki fungsi dan manfaat yang berbeda-beda

Sedangkan frekuensi yang paling banyak dibutuhkan dalam urusan percintaan adalah gelombang Theta. Ketika Anda bisa mencapai frekuensi Theta, maka ada berbagai efek yang Anda rasakan, Anda menjadi jauh lebih sadar secara spiritual dan memiliki perasaan kedamaian batin yang lengkap. Anda menjadi lebih sadar dengan adanya bimbingan batin Anda. Gelombang otak Anda harus disesuaikan ke frekuensi Theta untuk bisa melupakan, mengatasi kecemburuan, hingga menarik cinta dari lawan jenis Anda.

Banyak yang bertanya-tanya, bagaimana otak bisa terstimulasi oleh frekuensi tertentu sementara frekuensi dan sumbernya pun Anda tidak mengetahui dari mana. Jangan khawatir, dengan teknologi terkini, Kami berhasil mengemas berbagai frekuensi gelombang otak yang Anda butuhkan ke dalam CD audio yang bisa Anda gunakan untuk menyelesaikan berbagai permasalahan Anda, salah satunya masalah percintaan.

Dengan CD audio terapi Kami, frekuensi gelombang otak yang Anda butuhkan bisa dengan segera disesuaikan untuk memberi solusi dan penyelesaian dari masalah-masalah percintaan Anda. Tidak seperti terapi lain yang menghabiskan banyak waktu hingga menggunakan unsur klenik dan sebagainya, terapi Kami dengan teknologi gelombang otak bisa Anda gunakan dengan aman tanpa efek samping apapun. Caranya? Cukup dengan mendengarkan audio yang terdapat dalam produk Kami, otak Anda akan secara otomatis terstimulasi dan menyesuaikan frekuensi dari audio tersebut.

Masih ragu untuk menyelesaikan masalah percintaan Anda bersama Kami?

Buktikan sendiri efek dahsyat terapi gelombang otak memberikan kehidupan cinta yang jauh lebih baik untuk Anda!